Home / Korporasi / BUMN / PT Waskita Karya Persero Tbk (WSKT) Raih Kontrak Baru Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Senilai Rp 128 Miliar

PT Waskita Karya Persero Tbk (WSKT) Raih Kontrak Baru Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Senilai Rp 128 Miliar

Marketnews.id Berpacu meraih kontak baru sebelum tutup tahun, jadi salah satu target untuk mengejar kinerja keuangan yang lebih baik di tahun mendatang.

PT Waskita Karya Persero Tbk (WSKT) di penghujung bulan ini mendapat kontrak baru pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro senilai Rp 128 miliar. Proyek berada di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat ini direncanakan selesai dalam 22 bulan.

Nilai kontrak baru PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) bertambah setelah mendapat kontrak teranyar pada Jumat, 26 Nopember 2021 senilai Rp 128 miliar.


Adapun kontrak dilalukan melalui unit bisnis EPC Division (Engineering, Procurement & Construction Division) WSKT berhasil meraih kontrak baru pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ( PLTM ) Bayang Nyalo berkapasitas 2×3 MW di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.


Kesepakatan kontrak kerja tersebut ditandatangani oleh Senior Vice President EPC Division, AS Wisnu Wijayanto dan Soma Ariyaka selaku Direktur Utama PT Bayang Nyalo Hidro (BNH) di Gedung Office 8, Jakarta Selatan pada Jumat, 26 November 2021. Turut menyaksikan Director of Operation III WSKT, Gunadi dan Komisaris Utama PT Bayang Nyalo Hidro Zainal Hadi.


Gunadi menjelaskan bahwa PLTM ini akan memanfaatkan aliran Sungai Bayang Nyalo dengan luas daerah aliran sungai 98,50 km2, di mana rata-rata curah hujan tahunan 2.516 mm, debit rencana 6.26 m3/detik, debit banjir Q50 : 501.30 m3/detik dan debit banjir 100 : 564.20 m3/detik.


Sementara rencana tenaga hidro sendiri net head 100.51 m dan kapasitas terpasang 6 MW. Adapun lingkup pekerjaan terdiri dari pekerjaan sipil, hidro mekanikal dan elektrikal tidak termasuk turbin dan generator ( supply by owner ).

Pekerjaan terbagi dalam 3 paket utama.
Paket 1 meliputi pekerjaan  concrete weir  (width 28.4m), intake, water way 1 concrete box culvert (length 188m) dan sandtrap (length 34m).

Paket 2 meliputi pekerjaan water way 2 concrete boc culvert (length 1.132m), headpond (width 7m, length 29m) dan penstock (Dia 1.8m, length 210m).

Sementara untuk Paket 3 meliputi power house concrete & steel structure (width 38,4m, lenght 17,7m).


PLTM merupakan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT). Pembangunan PLTM ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat dari berbagai aspek.
Misalnya dari aspek lingkungan hidup yang berkontribusi dalam penghematan energi dan mengurangi penggunaan bahan bakar yang berdampak pada polusi udara.


“Semoga penandatanganan kontrak Proyek PLTM Bayang Nyalo dengan PT Bayang Nyalo Hidro ini diberi kemudahan dan kelancaran serta selama pelaksanaan proyeknya nanti dimudahkan. Juga dapat memberikan kontribusi positif dan keberkahan bagi Waskita”, jelasnya.


Sementara itu menurut Senior Vice President EPC Division, AS Wisnu Wijayanto, sumber pendanaan pembagunan berasal dari PT Bayang Nyalo Hidro dengan jenis pembayaran  monthly payment  sesuai progres yang dicapai setiap bulannya.

Rencana pembangunan PLTM ini akan dikerjakan dengan waktu pelaksanaan 660 hari atau 22 bulan.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *