Home / Korporasi / BUMN / Program Stimulus Listrik Lanjut Hingga Desember 2021 Dengan Anggaran Rp 11,72 Triliun

Program Stimulus Listrik Lanjut Hingga Desember 2021 Dengan Anggaran Rp 11,72 Triliun

Marketnews.id Usaha Pemerintah untuk meringankan masyarakat akibat adanya PPKM Darurat, dikompensasi dengan memperpanjang stimulus listrik hingga Akhir Desember 2021. Total anggaran yang disiapkan pemerintah buat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sekitar Rp11,72 triliun.

Pemerintah resmi memperpanjang stimulus sektor ketenagalistrikan sebagai upaya mengurangi beban masyarakat yang terdampak pada PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat yang juga diperpanjang. Stimulus berupa diskon tarif listrik ini diperuntukkan bagi 25 golongan pelanggan bersubsidi dan 13 golongan pelanggan non subsidi.

Perpanjangan program stimulus hingga Desember 2021 ini sebagai respon bentuk dukungan pemerintah menyukseskan program PPKM Darurat.


Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM , Ida Nuryatin Finhara, menjelaskan mekanisme penerapan stimulus ketenagalistrikan hingga Desember 2021 adalah sama dengan mekanisme yang dilakukan pada triwulan II 2021. Untuk triwulan III 2021 (Juni – September) kebutuhan anggaran sebesar Rp2,43 triliun untuk 26,82 juta pelanggan. Jumlah ini terdiri dari diskon tarif tenaga listrik sebesar Rp1,99 triliun. Kemudian untuk pembebasan rekening minimum dan biaya beban (abonemen) sebesar Rp442,7 miliar.


“Dalam rangka menghadapi dampak Covid-19 dan memperhatikan kondisi masyarakat dan daya saing industri di masa PPKM Darurat, pemerintah memutuskan untuk memberikan perpanjangan stimulus sektor ketenagalistrikan,” kata Ida dalam webinar terkait stimus sektor kelistrikan, Kamis (22/7).


Sementara itu kebutuhan anggaran untuk memuluskan program perpanjangan stimulus sektor kelistrikan pada triwulan IV 2021 (Oktober – Desember) mencapai Rp2,54 triliun untuk 27,12 juta pelanggan. Anggaran ini diperuntukkan pemberian diskon tarif listrik sebesar Rp2,08 triliun. Kemudian untuk pembebasan abonemen sebesar Rp463,1 miliar.


Kemudian jika mengacu pada realisasi pelaksanaan anggaran stimulus listrii pada periode triwulan I-II 2021 (Januari – Juni) adalah sebesar Rp6,75 triliun. Dana stimulus ini peruntukkan bagi 32,90 juta pelanggan. Secara rinci anggaran itu teralokasikan untuk pemberian diskon tarif listrik sebesar Rp5,39 triliun. Kemudian untuk pembebasan biaya beban mencapai Rp1,35 triliun.


“Sehingga secara total stimulus listrik di tahun 2021 diperkirakan mencapai Rp11,72 triliun. Ini dibagi untuk diskon tarif listrik sebesar Rp9,46 triliun dan biaya pembebasan beban sebesar Rp2,26 triliun,” pungkas Ida.


Sementara itu Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Bob Saril menambahkan, pihaknya siap mengesekusi program perpanjangan stimulus bagi pelanggan rumah tangga hingga industri.

Dukungan PLN terhadap kesuksesan program stimulus ini dimulai dengan memastikan kehandalan pasokan dan kehandalan cadangan listrik. Dengan begitu tidak ada pemadaman listrik yang terjadi di tengah masyarakat banyak beraktifitas di rumah.


Lebih jauh Bob menegaskan, saat ini kapasitas pembangkit listrik PLN secara nasional mencapai 62.915 mega watt dengan total pelanggan mencapai 80,4 juta pelanggan. Dengan kapasitas tersebut dipastikan tidak ada kekurangan pasokan listrik khususnya bagi pelanggan rumah tangga dan industri.


“Kami merespon dan siap melayani pelanggan yang akan melakukan kegiatan dari rumah work from home atau belajar dari rumah sehingga kita harus jaga kehandalan jaringan listrik sehingga tidak ada gangguan kelistrikan. Untuk jaga kehandalan itu pertama kita harus sediakan suatu layanan yang cukup dari sisi daya dan ada spare (cadangan) yang mamadahi,” ungkap Bob.


Kesiapsiagaan PLN untuk mendukung program PPKM Darurat serta perpanjangan program stimulus adalah dengan menyiapkan posko-posko yang tersebar di berbagai wilayah untuk merespon segala kejadian di sektor pasokan kelistrikan. Posko ini beroperasi 7×24 jam dengan menyiagakan personil dan juga peralatan yang dibutuhkan agar ketika terjadi pemadaman atau masalah pasokan listrik bisa langsung direspon.


“Kita jaga kehandalan dengan menyiapkan posko – posko jadi semua kekuatan kita siagakan mulai dari sisi pembangkit sampai distribusi. Posko itu tidak hanya disiapkan personilnya saja tapi peralatan juga sehingga kalau ada masalah kita bisa langsung switch,” tuturnya.

Demi menjamin layanan rumah sakit yang sedang berjibaku dengan para pasien Covid-19, PLN memastikan pasokan listrik tidak akan bermasalah. Bagitu juga dengan perusahaan produsen oksigen medis juga dijamin pasokan aman. Diharapkan dengan kepastian ini layanan rumah sakit dan pabrik produsen oksigen medis bisa tetap optimal.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *