Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Penerbitan Obligasi Indofood Grup Di Singapura Senilai Rp 29 Triliun. Ini Penjelasannya Ke BEI

Penerbitan Obligasi Indofood Grup Di Singapura Senilai Rp 29 Triliun. Ini Penjelasannya Ke BEI

Marketnews.id PT Indofood CBP Tbk(ICBP) telah menjual Obligasi global senilai USD 1,75 miliar atau setara dengan Rp 25 triliun dengan kurs Rp14.000/USD pada 9 Juni 2021 lalu. Obligasi ini laris di pasar bahkan mengalami kelebihan permintaan sebanyak 6,4 kali.

Seluruh dana hasil penjualan obligasi digunakan untuk membiayai pembayaran kembali sebagian pinjaman bank sehubungan dengan akusisi Pinehill, sebuah perusahaan sejenis dengan ICBP yang memiliki pangsa pasar yang kuat di 8 negara kawasan Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Tenggara. Pinehill memiliki 12 fasilitas produksi mie instan di 8 negara dengan total penduduk 550 juta. Selain itu, perusahaan ini memiliki jaringan distribusi di 33 negara dengan kapasitas produksi 10 miliar bungkus mie instan.

Emiten konsumer produsen mi instan Grup Salim, PT Indofood CBP Tbk (ICBP) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai tenor penerbitan obligasi global yang diterbitkan perseroan.


Seperti diketahui, ICBP telah menerbitkan obligasi global dalam denominasi dolar senilai US$ 1,75 miliar atau setara Rp 25 triliun (kurs Rp 14.000/US$) di Bursa Efek Singapura (SGX).


Berdasarkan keterbukaan informasi di laman SGX, Indofood CBP telah mencatatkan obligasi tersebut pada 9 Juni 2021.
Emisi penerbitan terbagi menjadi dua tahap,  pertama , senilai US$ 1,15 miliar atau Rp 16 triliun dengan tenor selama 10 tahun dan tingkat bunga 3,39%.
Pada tahap  kedua , emisi yang ditawarkan sebesar US$ 600 juta atau Rp 8,4 triliun dengan tenor 30 tahun dan tingkat bunga 4,47%.


Tak hanya itu, perseroan juga menerbitkan fasilitas  bond  dalam mata uang Yen Jepang. Dengan demikian, secara keseluruhan, total fasilitas pinjaman dalam bentuk surat utang mencapai US$ 2,05 miliar atau setara Rp 28,70 triliun.


Ini yang membuat pihak BEI mengajukan pertanyaan seiring dengan jumbonya penerbitan surat utang tersebut.
“Dana hasil perolehan bersih dari penerbitan obligasi global perseroan telah digunakan seluruhnya untuk membiayai pembayaran dipercepat atas sebagian fasilitas pinjaman Pinehill pada 17 Juni 2021,” kata Corporate Secretary ICBP, Gideon A. Putrosaat menjawab pertanyaan BEI, dikutip Rabu (20/6/2021).


Gideon menegaskan, penerbitan  global bond  tersebut tidak berpengaruh terhadap posisi keuangan perseroan karena tidak terdapat penambahan jumlah total utang mengingat dana hasil penerbitan  global bond  seluruhnya digunakan untuk pembayaran akuisisi Pinehill Company Limited.


“Pembayaran kembali obligasi global dilakukan secara sekaligus pada tanggal jatuh tempo karenanya tidak ada angsuran yang perlu dilakukan sejak tanggal penerbitan,” katanya.


Tak hanya itu penerbitan  global bond  tersebut juga tidak melanggar pembatasan finansial dalam perjanjian kredit dengan kreditur eksisting perseroan.


Sebelumnya, penerbitan surat utang global tersebut cukup mendapat respons positif dari investor. Hal ini terlihat dari banyaknya investor asing yang berminat untuk membeli  global bond  tersebut.
Berdasarkan data di laman BondEvalue, nilai pemesanan global bond mencapai US$ 11,4 miliar atau setara Rp 162 triliun, nilai tersebut kelebihan permintaan sebanyak 6,4 kali dari yang ditawarkan.


Gideon mengatakan, hasil perolehan bersih dari rencana penawaran umum obligasi global tersebut akan digunakan untuk membiayai pembayaran kembali sebagian pinjaman bank sehubungan dengan akuisisi Pinehill.


ICBPyang merupakan anak usaha PT IndofoodSukses Makmur Tbk(INDF) ini juga telah memperoleh hasil pemeringkatan dengan peringkat Baa3 dari Moody’s Investors Services dan BBB- dari Fitch Ratings.


Dalam proses rencana penawaran umum global bond tersebut, perseroan menunjuk  joint bookrunners  antara lain UBS AG, Singapore Branch, Deutsche Bank AG, Singapore Branch, Mizuho Securities (Singapore) Pte. Ltd, SMBC Nikko Capital Markets Ltd, DBS Bank Ltd, Mandiri Securities Pte. Ltd, Natixis Singapore Branch dan Oversea-Chinese Banking Corporation Limited ( OCBC ).


ICBP mengakuisisi Pinehill pada 27 Agustus 2020 lalu dengan nilai transaksi US$ 2,99 miliar atau setara Rp 41,56 triliun asumsi kurs saat itu Rp 13.901 per US$.
Pendanaan akuisisi tersebut sebagian besar diperoleh dari fasilitas pinjaman sindikasi senilai US$ 2,05 miliar.


Pinehill saat ini tercatat memiliki pangsa pasar yang kuat di 8 negara di kawasan Afrika, Timur Tengah dan Eropa Tenggara dan memiliki sebanyak 12 fasilitas produksi mi instan di 8 negara dengan total populasi 550 juta penduduk dan memiliki jaringan distribusi di 33 negara dengan kapasitas produksi 10 miliar bungkus mie instan.


Pinehill Corpora masih terafiliasi dengan ICBP karena merupakan konsorsium di mana Anthoni Salim memiliki penyertaan secara tidak langsung sekitar sebesar 49% saham Pinehill Corpora.

Check Also

Task Force Energy, Sustainability & Climate B 20 Gerak Cepat Sukseskan G20

Marketnews.id Dalam rangka memperkuat peran Indonesia sebagai Presidensi Group of Twenty (G20), The Business 20 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *