Home / Otoritas / Bank Indonesia / BPS : Laju Inflasi April 2021 Capai 0,13 Persen. Inflasi Tahunan Jadi 1,42 Persen

BPS : Laju Inflasi April 2021 Capai 0,13 Persen. Inflasi Tahunan Jadi 1,42 Persen

Marketnews.id Laju inflasi dalam empat bulan terakhir terus bergerak naik tiap bulan nya. Sepanjang bulan April lalu, tingkat inflasi mencapai 0,13 persen, meningkat dibandingkan bulan Maret dan Pebruari lalu. Sedangkan secara tahunan, tingkat inflasi telah mencapai 1,42 persen. Pembelian emas batangan dan perhiasan untuk penggunaan hari raya Idul Fitri sebagai salah satu sumber terjadinya peningkatan inflasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pada April 2021 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen (month to month / mtom). Sementara untuk inflasi tahunan (April 2021 terhadap April 2020) atau year on year (yoy) sebesar 1,42 persen. Kemudian inflasi tahun kalender atau year to date sebesar 0,58 persen.


Menurut Setianto, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, bahwa tingkat inflasi ini mengalami kenaikan jika dibandingkan pada Maret dan Februari 2021. Tercatat pada Maret 2021 tingkat inflasinya sebesar 0,08 persen dan Februari 2021 sebesar 0,10 persen mtom. Secara tahunan besaran inflasi juga cenderung mengalami kenaikan.


Lebih jauh Setianto menambahkan, dari 90 kota IHK yang dipantau terdapat 72 kota mengalami inflasi dan 18 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 1,31 persen dan terendah terjadi di Yogyakarta sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar -1,26 persen serta terendah terjadi Tanjungpandan sebesar -0,02 persen.


Secara umum inflasi yang terjadi pada bulan Februari 2021 lebih didorong oleh adanya kenaikan harga pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya yang terjadi inflasi sebesar 0,02 persen. Adapun andilnya terhadap inflasi mencapai 0,29 persen. Selain itu kelompok pengeluaran perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang inflasinya mencapai 0,02 persen dengan andil terhadap total inflasi 0,26 persen.


“Dari 11 kelompok pengeluaran tersebut ada lima kelompok yang tidak memberikan andil inflasi atau nol persen. Yaitu kesehatan, transportasi, lalu kelompok pengeluaran informasi komunikasi dan jasa keuangan, rekreasi olahraga dan budaya serta kelompok pendidikan,” kata Setianto dalam konferensi pers virtual, Senin (3/5).


Ditambahkan bahwa inflasi inti pada April 2021 sebesar 0,14 persen. Kemudian inflasi harga yang diatur pemerintah pada periode itu sebesar 0,11 persen. Dan untuk inflasi harga bergejolak 0,15 persen.


“Meningkatnya inflasi inti dipengaruhi oleh meningkatnya pembelian emas perhiasan masyarakat jelang hari raya, itu mempengaruhi inflasi bulan, dan meningkatnya harga emas batangan mempengaruhi inflasi emas perhiasan yang akhirnya berpengaruh pada inflasi inti di bulan April 2021,” tukasnya.

Check Also

Kontrak Baru PT PP (Persero) Tbk Hingga Mei Capai Rp 6,7 Triliun

Marketnews.is Buat perusahaan kontruksi, kontrak baru merupakan prioritas yang harus dikejar agar perusahaan terus mendapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *