Home / Korporasi / BUMN / Laba Bersih PT Bank Negara Indonesia (BBNI) Anjlok 43,7 Persen Di Kuartal I 2021

Laba Bersih PT Bank Negara Indonesia (BBNI) Anjlok 43,7 Persen Di Kuartal I 2021

Marketnews.id Penurunan laba bersih yang dialami oleh PT Bank Negara Indonesia (BBNI) sepanjang kuartal pertama tahun ini, tidak perlu diratapi oleh pemegang sahamnya. Seperti diketahui, BBNI hingga kuartal pertama tahun ini mengalami penurunan laba hingga 43,7 persen jadi Rp2,39 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 4,25 triliun. Penurunan laba ini sebagian besar lantaran besarnya pencadangan atau coverage ratio yang dilakukan perseroan hingga 200,5 persen.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), mencatatkan penurunan laba bersih hingga 43,7% (year-on-year) pada kuartal I-2021. Namun dalam tiga hari terakhir, harga saham bank “pelat merah” tersebut justru menghijau.


Dalam konferensi pers yang digelar Senin (26/4), Direktur Keuangan BBNI, Novita Widya Anggraini, melaporkan laba bersih Rp2,39 triliun pada kuartal I-2021. Realisasi tersebut menurun 43,7% dibandingkan periode yang sama setahun lalu, yakni Rp4,25 triliun.


Pencapaian laba BBNI pada kuartal I-2021 diikuti dengan kecukupan pencadangan atau coverage ratio di level 200,5%, lebih tinggi dari posisi akhir tahun lalu, yakni 182,4%.
Sementara perolehan laba bersih sebelum pencadangan atau Pre-Provisioning Operating Profit ( PPOP ) BBNI sebesar Rp 7,84 triliun. Perolehan PPOP itu meningkat 5,9% dibandingkan kuartal I-2020, yaitu sebesar Rp7,4 triliun.


“Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan perseroan untuk menghasilkan laba sebelum pencadangan terus meningkat dan bahkan di atas kondisi sebelum pandemi meluas di Indonesia pada kuartal I-2020,” tutur Novita.


Mengutip data  Ipotnews,  Kamis (29/4) pukul 13.31 WIB, harga saham BBNI saat ini diperdagangkan di level Rp5.900. Posisi tersebut menunjukkan penguatan 3,06% dibandingkan penutupan Senin (26/4), di level Rp5.725.


Direktur Equator Swarna Investama, Hans Kwee, mengatakan penurunan laba bersih BBNI tidak terlalu mencemaskan investor saham. Pandemi virus korona yang melanda Indonesia membuat semua dunia usaha mengalami keterpurukan. “Kondisi ini memaksa semua bank melakukan restrukturisasi kredit dan meningkatkan pencadangan. Termasuk juga BBNI,” kata Hans, saat dihubungi ipotnews siang ini.


Karena itu, kinerja keuangan BBNI yang mencatatkan penurunan signifikan tidak lagi memicu kecemasan investor. Investor bisa memakluminya dan merasa yakin kinerja keuangan BBNI akan membaik seiring kebangkitan dunia usaha akibat pelonggaran aktivitas ekonomi. “Jadi sudah bukan kejutan lagi bagi investor saham,” tutur Hans.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *