Home / Korporasi / BUMN / Pefindo : Rating PT PP (Persero) Tbk idA.Rating Ini Dapat Diturunkan Bila Berhutang Lebih Besar Dari Proyeksi

Pefindo : Rating PT PP (Persero) Tbk idA.Rating Ini Dapat Diturunkan Bila Berhutang Lebih Besar Dari Proyeksi

Marketnews.id Peringkat sebuah perusahaan dapat saja berubah bila terjadi sesuatu yang diluar perhitungan sebelumnya. Artinya, rating sebuah perusahaan dapat berubah setiap saat bila terjadi perubahan secara signifikan.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), telah memberikan rating buat PT PP (Persero) Tbk menjadi idA. (Single A). Peringkat ini dapat berubah bila perseroan melakukan aksi korporasi misalnya dengan menambah utang lebih besar dari proyeksi sebelumnya dan tanpa dibarengi oleh peningkatan EBITDA.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyampaikan, peringkat PT PP (Persero) Tbk (PTPP) bisa diturunkan, jika perusahaan pelat merah ini berutang lebih besar dari proyeksi sebelumnya dan tanpa dibarengi oleh peningkatan EBITDA.


Berdasarkan siaran pers yang dikirim melalui surat elektronik, Jakarta, Kamis (18/3) malam, Pefindo menetapkan kembali peringkat PTPP sebagai perusahaan dan Obligasi Berkelanjutan II (2018 dan 2019) di level idA (Single A). Sedangkan, peringkat Obligasi Perpetual I senilai Rp150 miliar di level idBBB+ (Triple B Plus).


Menurut analis Pefindo, Aryo Perbongso, peringkat tersebut dibatasi oleh leverage keuangan PTPP yang agresif dalam jangka waktu dekat dan menengah, akibat belanja modal (capex) yang signifikan, adanya risiko dari ekspansi ke bisnis baru dan lingkungan usaha yang fluktuatif.


“Peringkat dapat diturunkan, jika perusahaan berutang lebih besar dari pada yang diproyeksikan tanpa adanya peningkatan EBITDA yang sesuai secara berkelanjutan,” ujar Aryo.


Namun Pefindo bisa menaikkan PTPP, jika perusahaan bisa memperbaiki indikator leverage keuangan dan debt service coverage secara berkelanjutan yang didukung oleh stabilitas arus kas dari bisnis yang terdiversifikasi.


Peringkat PTPP dan obligasi yang telah diberikan Pefindo tersebut berlaku selama periode 16 Maret 2021-1 Maret 2022. Sementara itu, prospek untuk peringkat PTPP sebagai perusahaan berada pada level ‘stabil’.


“Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan dengan obligor Indonesia lainnya dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi,” papar Aryo.


Dia menjelaskan, Efek utang dengan peringkat idBBB mengindikasikan parameter proteksi yang memadai dibandingkan efek utang Indonesia lainnya. Namun, kondisi ekonomi yang buruk atau keadaan yang terus berubah dapat melemahkan kemampuan emiten dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang.


Berdasarkan laporan keuangan PTPP untuk Tahun Buku 2020, perseroan hanya mampu mencatatkan laba bersih senilai Rp128,75 miliar, padahal setahun sebelumnya perseroan bisa membukukan Rp819,46 miliar. Sedangkan, total liabilitas PTPP per akhir tahun lalu sebesar Rp39,47 triliun atau lebih rendah dibanding posisi per 31 Desember 2019 yang sebesar Rp41,12 triliun.


Berdasarkan laporan Pefindo, pada 2020 jumlah EBITDA PT PP mengalami penurunan menjadi Rp2,62 triliun dari Rp3,41 triliun di 2019. Sementara itu, marjin EBITDA pada tahun lalu tercatat 16,1 persen atau lebih tinggi dibandingkan 2019 yang sebesar 13,7 persen.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *