Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Ciputra Development Siapkan Capex Rp 1,1 Triliun Di 2021

PT Ciputra Development Siapkan Capex Rp 1,1 Triliun Di 2021

Marketnews.id Hingga saat ini, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) telah memiliki total Landbank seluas 4.300 hektar termasuk areal pengembangan di bawah kerjasama Operasional (KSO). Dengan posisi cadangan tanah yang dimilki, perseroan secara sederhana akan menambah aset tanah sesuai tanah yang telah terjua. Perkembangan pendemi Covid-19 akan jadi salah satu acuan perseroan untuk melakukan ekspansi usaha di 2021 mendatang.

Emiten properti PT Ciputra Development Tbk. berencana menganggarkan modal kerja atau capital expenditure pada 2021 sebanyak yang dikeluarkan perseroan pada 2019 yaitu sekitar Rp1,1 triliun.

Direktur Ciputra Development Tulus Santoso mengatakan bahwa anggaran capex untuk tahun depan akan disesuaikan dengan perkembangan pandemi. 

Melihat prospek pandemi akan mereda setelah vaksin ditemukan, emiten dengan kode saham CTRA itu pun siap ekspansi dengan mengeluarkan capex yang lebih besar.


“Mungkin kami akan lebih optimistis [capex] bisa mencapai seperti 2019 ketika tidak ada pandemi atau bahkan melebihi sedikit,” kata Tulus dalam paparan publik secara daring, Kamis (3/12/2020).

Hingga akhir September 2020, Tulus menunjukkan belanja modal yang sudah terserap oleh CTRA baru sebesar Rp700 miliar.

Sebanyak 55 persen dari capex yang terserap itu digunakan untuk pembebasan tanah untuk pengembangan, 26 persen untuk mal, 4 persen untuk rumah sakit, 1 persen untuk hotel, dan lainnya sebesar 13 persen.

Sampai dengan akhir tahun ini, capex perseroan ditaksir tidak akan melebihi level Rp1 triliun.

Melihat data historis, CTRA mengeluarkan belanja modal paling banyak pada 2017 senilai Rp2 triliun dan paling sedikit pada 2016 senilai Rp0,9 triliun.

Untuk 2021, Tulus menyebut anggaran capex untuk cadangan lahan (landbank) masih akan mendominasi di atas 50 persen.


Sampai saat ini, CTRA melaporkan telah memiliki total landbank sebesar 4.300 hektar yang termasuk areal pengembangan di bawah kerjasama operasional (KSO). 

“Kebijakan secara umum adalah kami menentukan target penambahan [landbank] itu sama dengan yang kami jual tahun ini,” ujar Tulus.

Check Also

PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) Buyback Obligasi Dan Batalkan Sisa obligasi USD50 Juta

MarketNews.id Rekayasa keuangan memang diperlukan agar perusahaan mampu memberikan kinerja terbaik buat semua stakeholder. PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *