Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Nilai Obligasi Yang Di Jual Di BEI Turun 34 Persen Di 2020

Nilai Obligasi Yang Di Jual Di BEI Turun 34 Persen Di 2020

Marketnews.id Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penyelenggara perdagangan saham dan turunannya, selalu terbuka buat perusahaan untuk mencatat dan memperdagangkan saham atau obligasi. Sebagai fasilitator perdagangan, BEI terus berupaya agar pihak investor atau pemilik dana dan emiten atau obligor sebagai pencari dana dapat bertransaksi dengan transparan dan fair. Dari sisi jumlah obligor yang mencatatkan obligasinya di BEI relatif hampir sama jumlahnya. Tapi dari nilai emisi justru terjadi penurunan hingga 34 persen.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai emisi obligasi atau sukuk hingga 4 November 2020 turun 34% dibandingkan tahun lalu, yakni Rp77,69 triliun. Jumlah itu berasal dari emisi 98 obligasi atau sukuk dari 58 emiten.


Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, dari sisi total nilai emisi memang terjadi penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kondisi dinamis saat ini yang kurang favorable pada H1 2020, sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut,” ujar Nyoman di Jakarta, Selasa.


Berdasarkan data BEI hingga 30 November 2020, terdapat 95 emisi obligasi dari 58 emiten dengan total nilai emisi sebesar Rp74,89 triliun rupiah.
Sementara itu, data hingga 30 November 2019, telah terbit 95 emisi obligasi dari 50 emiten dengan total nilai emisi Rp113 triliun rupiah.


“Terlihat sebetulnya dari sisi jumlah emisi obligasi atau sukuk secara year on year relatif sama, namun dari nilai total dana dihimpun mengalami penurunan sebesar 34 persen,” kata Nyoman.


Lebih jauh Nyoman menuturkan, penerbitan surat utang menurut catatan bursa dilakukan sebagian besar setelah semester kedua 2020 yaitu sekitar 63 persen dari total emisi surat utang.
“Setiap perusahaan tentunya memiliki pertimbangan matang dalam melakukan kegiatan aksi korporasi dan/atau pendanaan melalui pasar modal lainnya termasuk penerbitan obligasi atau sukuk.

BEI tentunya senantiasa menyambut baik dan mendukung para pengusaha yang melibatkan pasar modal dalam pertumbuhan dan keberlangsungan usaha perusahaan,” ujar Nyoman.


Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga memberikan beberapa stimulus yang kondusif untuk mendukung para pengusaha diantaranya dengan penurunan BI 7-days Repo Rate pada November sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen yang diharapkan dapat menjadi katalis positif penerbitan obligasi korporasi baik saat ini maupun di masa yang akan mendatang.


“Data pipline surat hutang per 4 Des 2020 masih terdapat 12 penerbit yang akan menerbitkan 11 emisi obligasi atau sukuk yang berada dalam pipeline Efek Bersifat Utang dan Sukuk atau EBUS di BEI, dimana satu diantaranya merupakan calon perusahaan tercatat obligasi baru,” kata Nyoman.

Check Also

Erick Thohir : Pembelian Dolar Dilakukan Secara Optimal, Terukur Dan Sesuai Kebutuhan

MarketNews.id Tingkat inflasi di US yang sulit turun salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energy. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *