Home / Korporasi / BUMN / Fauzin Ichsan Jadi Komisaris Utama IFG, Perkuat Tata Kelola dan Solusi Jiwasraya?

Fauzin Ichsan Jadi Komisaris Utama IFG, Perkuat Tata Kelola dan Solusi Jiwasraya?

Marketnews.id Lambannya proses restrukturisasi PT Jiwasraya, diduga jadi salah satu alasan masuknya mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) ke holding BUMN Asuransi dan Penjaminan PT Bahana Pembina Usaha Indonesia atau dikenal saat ini sebagai Indonesia Financial Group (IFG). Selain Fauzi Ichsan sebagai komisaris utama merangkap komisaris independen, pemerintah juga menunjuk Masyita Crystalling sebagai komisaris. Misi apakah yang diemban komisaris baru ini.

Kementerian BUMN merombak susunan Dewan Komisaris Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau yang dikenal sebagai Indonesia Financial Group (IFG).

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Fauzi Ichsan sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen IFG. Selain itu, Masyita Crystalling ditunjuk sebagai Komisaris.

Sebelumnya, Kementerian BUMN telah mengangkat Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman sebagai Komisaris Independen IFG.


Sekretaris Perusahaan IFG Oktarina Dwidya Sistha dalam keterangan tertulis pada Kamis (31/12/2020), menyatakan jajaran manajemen IFG menyambut baik masuknya para komisaris baru tersebut.

“Hal ini diyakini akan menambah kekuatan baru IFG dalam melakukan langkah-langkah strategis pengembangan bisnis serta tata kelola perusahaan,” ujar Oktarina.

Sebagai informasi, Fauzi Ichsan merupakan mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dia menjabat di lembaga ini sejak 2015 hingga awal 2020.

Sementara, Masyita Crystallin saat ini merupakan Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Kebijakan Fiskal dan Makro-ekonomi.


Dengan komposisi baru ini, IFG optimistis dapat memperkuat kolaborasi dengan stakeholders maupun publik, dalam upaya meningkatkan kinerja serta melaksanakan berbagai mandat yang diberikan oleh pemerintah.

“Salah satu mandat tersebut adalah meningkatkan fungsi investasi dan kredit modal kerja untuk UMKM, melalui layanan penjaminan kredit usaha, sesuai dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN] yang dicanangkan oleh pemerintah,” kata Oktarina.

Sebelumnya, Indonesia Financial Group (IFG) menargetkan perusahaan asuransi jiwa baru IFG Life beroperasi pada Januari 2021. Manajemen IFG meyakini perusahaan nasional itu dapat memimpin pasar asuransi jiwa, yang sebelumnya pernah dipegang PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Pendirian IFG Life merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) grup itu untuk memiliki bisnis di sektor asuransi jiwa, kesehatan, dan pengelolaan dana pensiun. Perusahaan baru itu pun diyakini dapat tumbuh karena masih rendahnya penetrasi asuransi.

Manajemen optimistis, IFG Life dapat diterima masyarakat sebagai perusahaan asuransi baru dengan produk-produk yang aman, menguntungkan, dengan pelayanan yang berkualitas. 


Masuknya IFG Life sebagai anggota baru holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor asuransi dan penjaminan, perseroan akan menjadi perusahaan asuransi yang besar dan kuat. Hal tersebut didukung oleh diperolehnya restu Komisi VI DPR  terkait penyertaan modal negara (PMN) Rp22 triliun untuk pendirian IFG Life.


Seperti diketahui, pada Senin (30/12/2020) pemerintah bersama Komisi VI DPR telah menyetujui rencana PMN ke IFG. Suntikan modal itu akan ditambah dengan dana Rp4,7 triliun yang berasal dari setoran dividen anggota holding asuransi dan pembiayaan, sehingga total dana yang disiapkan untuk IFG Life mencapai Rp26,7 triliun.

Modal yang telah digenggam IFG Life membuatnya dapat berada di jajaran atas perusahaan asuransi jiwa dengan aset tertinggi.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *