Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT XL Axiata Tbk Mampu Tingkatkan Laba Ditengah Pendemi Covid-19

PT XL Axiata Tbk Mampu Tingkatkan Laba Ditengah Pendemi Covid-19

Marketnews.id Semua pihak sudah mahfum, bila bisnis di tahun pendemi ini penuh dengan tantangan. Hampir semua sektor usaha terpapar akibat pendemi saat ini. Meskipun begitu, masih ada sektor usaha yang mampu mendulang keuntungan di saat pendemi Covid-19 masih terus berlangsung. Beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan dan kebersihan, kebutuhan pokok dan telekomunikasi justru mampu meningkatkan kinerjanya dalam sembilan bulan terakhir di tahun ini. PT XL Axiata Tbk, salah satu emiten yang bergerak dalam bidang telekomunikasi mampu meningkatkan kinerja keuangannya.

Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk (EXCL), Dian Siswarini mengungkapkan, pendapatan dari layanan data selama sembilan bulan pertama 2020 yang bertumbuh 12 persen (year-on-year) telah mendorong total pendapatan EXCL menjadi Rp19,66 triliun atau meningkat dibanding periode yang sama di 2019 sebesar Rp18,72 triliun.


“Pandemi Covid-19 berdampak pada daya beli masyarakat, dan itu juga sangat dirasakan oleh semua operator. Turunnya daya beli masyarakat ini ternyata tidak menurunkan intensitas kompetisi di industri,” ujar Dian di Jakarta, Kamis (5/11).


Dian menyebutkan, meski harus menghadapi tantangan industri yang cukup berat, namun XL Axiata mampu mencatat peningkatan pendapatan layanan sebesar Rp18,3 triliun atau meningkat 8 persen (y-o-y). Demikian pula dengan pendapatan dari layanan data bertumbuh 12 persen dan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap total pendapatan layanan menjadi 92 persen.


Sepanjang sembilan bulan pertama di 2020, kata Dian, EXCL meraih EBITDA Rp9,9 triliun atau meningkat 34 persen (y-o-y), sedangkan laba setelah pajak pada sembilan bulan pertama tahun ini tercatat Rp2,1 triliun. Secara kuartal, pada Kuartal III-2020 EBITDA EXCL bertumbuh 3 persen lebih tinggi dari kuartal sebelumnya (QoQ) dan laba setelah pajak senilai Rp331 miliar.


Dia menyebutkan, beban usaha EXCL pada Kuartal III-2020 tercatat menurun 14 persen (y-o-y), terutama dipengaruhi oleh beban biaya infrastruktur yang lebih rendah (28 persen) sebagai dampak dari adopsi IFRS 16. Faktor lainnya, karena biaya interkoneksi dan biaya langsung menurun 24 persen (y-o-y), serta biaya pemasaran menurun 6 persen (y-o-y) setelah lebih banyak penggunaan saluran digital.


Lebih lanjut Dian melaporkan, trafik data sepanjang sembilan bulan pertama 2020 meningkat 47 persen (y-o-y) menjadi 3.496 petabyte. Tingkat penetrasi smartphone pelanggan meningkat tipis dari 87 persen di kuartal sebelumnya menjadi 88 persen. Di sisi lain, rata-rata pendapatan per pelanggan atau ARPU campuran meningkat dari sebelumnya Rp34.000 menjadi Rp36.000 di periode yang sama tahun ini.


Berdasarkan laporan keuangan EXCL yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, pada Kuartal III-2020 XL Axiata mencatatkan laba bersih mencapai Rp2,07 triliun atau melonjak dibandingkan periode yang sama di 2019 senilai Rp498,41 miliar. Sedangkan, laba bersih per saham dasar hingga akhir Kuartal III-2020 tercatat meningkat menjadi Rp194 dari Rp47 per saham pada Kuartal III-2019.


Hingga 30 September 2020, EXCL mencatatkan jumlah liabilitas jangka pendek sebesar Rp18,12 triliun, sedangkan liabilitas jangka panjang mencapai Rp29,4 triliun. Sementara itu, jumlah ekuitas EXCL per akhir Kuartal III-2020 sebesar Rp20,87 triliun, maka total aset perseroan per 30 September 2020 mencapai Rp68,4 triliun atau lebih tinggi dibanding posisi per 31 Desember 2019 yang sebesar Rp62,73 triliun.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *