Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Argha Karya Prima Industry Tbk Raih Laba Rp21,63 Miliar Naik 105,4 Persen

PT Argha Karya Prima Industry Tbk Raih Laba Rp21,63 Miliar Naik 105,4 Persen

Marketnews.id Efisiensi jadi salah satu kunci perusahaan dapat bertahan dimasa pendemi Covid-19 ini. PT Argha Karya Prima Industry Tbk, salah satu emiten produk plastik ini mampu meningkatkan laba yang diperoleh lantaran efisiensi yang dilakukan serta menurunnya bahan baku plastik. Perseroan justru berhasil meningkatkan laba hingga 105 persen dibanding tahun lalu.

PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI), mencatatkan kinerja  bottom line  yang prima di sembilan bulan pertama tahun ini. Perseroan berhasil meraih laba bersih dua kali lipat sebesar secara tahunan atau  year-on-year  (yoy).


Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, AKPI ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 21,63 miliar di sepanjang Januari-September 2020. Bila dibandingkan perolehan laba bersih periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 10,53 miliar, maka pertumbuhan laba bersih perusahaan mencapai 105,40%.


Pertumbuhan laba bersih didapat ketika penjualan AKPI melemah. Tercatat, penjualan neto perusahaan turun 2,71% yoy dari semula Rp 1,71 triliun pada Januari-September 2019 menjadi Rp 1,66 triliun.


Menurut Direktur AKPI Jimmy Tjahjanto, pertumbuhan laba bersih perusahaan salah satunya didorong oleh penurunan harga bahan baku biji plastik. Dia mencatat, harga bahan biji plastik pada Januari-September 2020 berkisar US$ 1,00 per kg, sedang harga biji plastik pada periode sama tahun sebelumnya mencapai sekitar US$ 1,15 per kg.


“Selain itu, perseroan terus melakukan  continuous improvement , terutama di bagian produksi untuk meningkatkan efisiensi produksi,” ujar Jimmy Jumat (20/11).


Pengeluaran perusahaan untuk pemakaian bahan baku memang turun 11,49% yoy semula dari Rp 1,05 triliun pada Januari-September 2019 menjadi Rp 937,07 miliar di sembilan bulan pertama tahun ini.


Alhasil, beban pokok penjualan perusahaan turun 3,84% yoy menjadi Rp 1,49 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini. Sebelumnya, beban pokok penjualan AKPI mencapai Rp 1,55 triliun pada periode sama tahun lalu.


Selain itu, AKPI juga berhasil menekan pengeluaran pada pos beban beban umum dan administrasi dan beban keuangan. Tercatat, beban umum dan administrasi turun 4,84% yoy menjadi Rp 44,66 miliar pada Januari-September 2020, sementara beban keuangan turun 15,03% yoy menjadi Rp 47,16 miliar pada periode yang sama.

Walau berhasil mencetak kinerja prima hingga kuartal III-2020, PT Argha Karya Prima Industry (AKPI) melihat, bisnis di kuartal IV-2020 cenderung lebih berat ketimbang tiga kuartal sebelumnya.


Jimmy Tjahjanto memproyeksi, bisnis perusahaan di kuartal terakhir akan lebih berat karena terdapat beberapa tantangan. Mulai dari kegiatan operasional truk yang biasanya dibatasi pada momen-momen liburan seperti Natal dan Tahun Baru yang menyebabkan distribusi barang terhambat.


Hal ini membuat distribusi produk AKPI pun tersendat dan menjadi tidak semaksimal biasanya. Alhasil, realisasi penjualan bisa ikut terpengaruh.
Melihat kondisi ini, Jimmy menaksir realisasi penjualan bisa saja meleset sekitar 5% dari target yang telah ditetapkan.


Catatan saja, AKPI sebelumnya menargetkan bisa mencetak penjualan sebesar Rp 2,30 triliun atau naik tipis 2,17% dibandingkan realisasi penjualan neto di sepanjang tahun 2019 lalu.


Meski begitu, Jimmy menegaskan bahwa perusahaan akan tetap berupaya mengejar target yang telah ditetapkan. Caranya, AKPI akan terus memacu penjualan produk-produk premium yang memiliki harga lebih tinggi, baik ke pasar domestik, maupun ke pasar ekspor.


Check Also

BPS : Kunjungan Wisatawan Mancanegara Negara Tembus 212,3 Ribu Di Mei 2022 Naik 1.382 Persen

Marketnews.id Jumlah Wisatawan mancanegara sepanjang bulan Mei 2022 tembus 212,3 ribu kunjungan. Dibebaskan nya tes …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *