Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Indo Tambangraya Megah Tbk, Target Jual Batubara 22 Juta Ton Tahun Ini

PT Indo Tambangraya Megah Tbk, Target Jual Batubara 22 Juta Ton Tahun Ini

Marketnews.id Keberhasilan PT Indo Tambangraya Megah Tbk melewati semester pertama dengan tetap menghasilkan laba, membuat perseroan yakin akan melalui semester kedua tahun ini lebih baik lagi dengan target mampu menjual 22 juta ton batubara hingga akhir tahun ini.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), optimistis mampu merealisasikan target volume penjualan batubara sebanyak 22 juta ton di 2020, meski permintaan secara global mengalami penurunan akibat kondisi pandemi Covid-19.


Menurut Direktur Utama ITMG, Mulianto, memasuki paruh kedua tahun ini, dari seluruh target volume penjualan di 2020, ITMG mendapatkan 87 persen kontrak penjualan. Sebanyak 67 persen, harga jualnya telah ditetapkan, sedangkan 20 persen lagi akan mengacu pada indeks harga batubara.


“Karena itu, perusahaan optimistis akan mencapai target volume penjualan sebanyak 22 juta ton untuk tahun ini,” ujar Direktur Utama ITMG, Mulianto, saat pelaksanaan Public Expose Live 2020 yang difasilitasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (25/8).


Sepanjang semester I-2020, kata Mulianto, ITMG mampu menjual batubara sebanyak 11,1 juta ton yang diekspor ke China sebesar 3,2 juta ton, Jepang (2,6 juta ton), Filipina (800 ribu ton), Thailand (700 ribu ton), sedangkan penjualan di dalam negeri 1,9 juta ton dan sisanya ke Asia Timur serta Asia Tenggara.


“Volume penjualan itu sejalan dengan target volume produksi tahun ini sebanyak 19 juta-20,1 juta ton. Perusahaan memproduksi batubara sebanyak 8,9 juta ton pada paruh pertama tahun ini,” papar Mulianto.


Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 masih terus mempengaruhi perekonomian global, sehingga menyebabkan penurunan permintaan energi, terlihat dari adanya koreksi pada harga batubara termal dan minyak bumi sejak awal 2020.


Namun, kata Mulianto, ITMG tetap mampu mencetak kinerja positif pada semester I-2020, karena dibarengi dengan upaya menjaga aktivitas operasional, menerapkan kendali biaya dan belanja modal (capex) secara disiplin dan mampu menjaga posisi kas yang kuat melalui penerapan strategi manajemen kas yang efektif dan efisien.


Optimisme perbaikan industri pertambangan batubara, kata Mulianto, ditunjukkan oleh kondisi China sebagai salah satu negara penggerak ekonomi dunia yang berangsur pulih sejak semester I-2020. “Sehingga, pada semester kedua tahun ini diperkirakan harga dan permintaan terhadap batubara akan kembali membaik,” tuturnya.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama ITMG, AH Bramanty Putra, mengatakan, perseroan tetap mengalokasikan dana capex di 2020 sebesar USD50 juta, sedangkan hingga akhir Juni 2020 sudah dibelanjakan sebanyak USD11 juta.


“Kami fokus maintain cash flow perusahaan dan mungkin kami akan me-review lagi besaran capex. Sehingga, akan difokuskan pada hal-hal utama dalam upaya mempertahankan aktivitas produksi dan operasional. Penggunaan capex akan lebih berhati-hati,” papar Bramantya.

Check Also

BEI Siap Catatkan Dua Emiten Baru Di Awal Perdagangan Pasca Libur Lebaran 2024

MarketNews.id Awal perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 16 April 2024 akan berbarengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *