Home / Korporasi / BUMN / BRI Berhasil Raih Laba Rp10,2 Triliun Di Semester I 2020

BRI Berhasil Raih Laba Rp10,2 Triliun Di Semester I 2020

Marketnews.id Bank Rakyat Indonesia (BRI), berhasil meraih laba bersih di semester pertama tahun ini sebesar Rp10,2 triliun, menurun dibanding tahun sebelumnya yang mampu meraih laba sebesar Rp16,6 triliun. Penurunan laba ini sudah dapat diduga lantaran terjadinya pendemi Covid-19 yang membuat hampir seluruh sektor usaha terpapar.

Di tengah tekanan ekonomi akibat penyebaran pandemi Covid-19, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. membukukan total laba bersih sebesar Rp10,2 triliun (konsolidasi) pada paruh pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangannya yang dipublikasikan, Rabu (19/8/2020), perolehan laba tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang berjumlah Rp16,16 triliun.

Kondisi tersebut lantaran adanya tekanan di sisi pendapatan bunga dan beban bunga yang masih relatif stagnan. Pendapatan bunga rupiah tercatat sebesar Rp54 triliun, turun dari periode sama tahun lalu Rp57 triliun, sedangkan beban bunga rupiah masih bertahan di kisaran Rp17 triliun.

Pendapatan nonbunga yang dibukukan emiten berkode saham BBRI ini mengalamai kenaikan terutama dari sisi peningkatan nilai wajar aset spot dan derivatif serta pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi. Selain itu ada juga pemulihan atas cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp91,71 miliar.  

Sementara itu, beban pencadangan tercatat Rp8,88 triliun, justru turun dari semester pertama tahun lalu Rp9,64 triliun. Selain itu, perseroan juga meningkatkan beban tenaga kerja menjadi Rp13,7 triliun dari periode sama tahun lalu Rp11,8 triliun.

Menyelisik lebih dalam, BBRI juga menghapus buku kredit bermasalah sebesar Rp6,4 triliun pada akhir Juni 2020, naik dari periode sama tahun lalu yang Rp5,6 triliun. Total restrukturisasi tercatat Rp213 triliun, naik dari periode sama tahun lalu Rp43 triliun.


Dengan upaya tersebut, kenaikan rasio kredit bermasalah dapat terkendali. Rasio nonperforming loan (NPL) gross BBRI terpantau naik 63 basis poin secara tahunan menjadi 2,98% dari sebelumnya 2,35%. Sementara itu NPL net terpantau turun menjadi 0,77% dari sebelumnya 1,12%.  

Dari sisi fungsi intermediasi, BBRI mencatatkan penyaluran kredit senilai total Rp886,91 triliun meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp877,44 triliun. Selain itu ada juga pembiayaan syariah sebesar Rp35 triliun. Adapun, jumlah dana pihak ketiga yang dihimpun BBRI hingga akhir semester I/2020 tercatat sebesar Rp1.045 triliun.

Check Also

Erick Thohir : Pembelian Dolar Dilakukan Secara Optimal, Terukur Dan Sesuai Kebutuhan

MarketNews.id Tingkat inflasi di US yang sulit turun salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energy. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *