Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Nilai Transaksi Harian BEI Pekan Lalu Rp6,9 Triliun, Turun 12,6 Persen

Nilai Transaksi Harian BEI Pekan Lalu Rp6,9 Triliun, Turun 12,6 Persen

Marketnews.id Meskipun nilai transaksi harian mengalami penurunan sekitar 12 persen. Tapi, nilai kapitalisasi pasar justru meningkat diikuti dengan meningkatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Selama sepekan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau periode 13-17 Juli 2020, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan 12,6 persen menjadi Rp6,9 triliun dari Rp7,9 triliun pada minggu sebelumnya.


Menurut Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 8,58 persen menjadi 604,43 ribu kali transaksi dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 661,18 ribu kali transaksi.


“Kemudian perubahan sebesar 2,69 persen pada rata-rata volume transaksi harian Bursa menjadi 8,52 miliar unit saham dibandingkan sepekan lalu yang sebanyak 8,76 miliar unit saham,” kata Aji, di Jakarta, Minggu (19/7).


Namun, jelas Aji, selama sepekan perdagangan terjadi peningkatan kapitalisasi pasar sebesar 0,97 persen menjadi Rp5.885,44 triliun dibandingkan pada pekan sebelumnya, yakni Rp5.828,78 triliun. Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) naik 0,96 persen ke level 5.079 dari 5.031 pada akhir pekan sebelumnya,” ujar Aji.


Lebih lanjut Aji menyebutkan, pada perdagangan Jumat (17/7), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp400,53 miliar, sedangkan sepanjang 2020 nilai jual bersih asing tercatat Rp17,4 triliun.


Aji menambahkan, pada pekan ini BEI menerima pencatatan Obligasi Berkelanjutan V Tahap IV-2020 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II-2020 yang diterbitkan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan nilai nominal masing-masing Rp2,11 triliun dan Rp346 miliar.


Dengan pencatatan surat utang tersebut, maka jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2020 adalah 40 emisi dari 28 emiten senilai Rp33,66 triliun. Maka, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 429 emisi dengan nilai outstanding Rp420,97 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan oleh 118 emiten.


Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 97 seri dengan nilai nominal Rp3.131,57 triliun dan USD400 juta, sedangkan Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak sebelas emisi senilai Rp8,84 triliun.

Check Also

Pembelian Suku Cadang Honda Motor Turun, Laba BOLT Anjlok 63 Persen

MarketNews.id PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), mengalami penurunan laba bersih sedalam 63,8 persen secara tahunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *