Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Gudang Garam Tetap Lanjutan Pembangunan Bandara Dhono

PT Gudang Garam Tetap Lanjutan Pembangunan Bandara Dhono

Marketnews.id Bisnis masa depan, mungkin ini obsesi pemilik dan pendiri PT Gudang Garam untuk melanjutkan pembangunan bandara Dhoho di Kediri Jawa Timur. Dengan perkiraan investasi Rp9 triliun dengan kepemilikan 99 persen, bandara ini akan jadi bandara alternatif di Jawa Timur.

Seperti diketahui, emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) mengumumkan lanjutan dari pelaksanaan ground breaking pembangunan Bandar Udara Dhoho.

Dikutip dari keterangan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pelaksanaan ground breaking bandara yang berlokasi di Kediri, Jawa Timur tersebut direncanakan berlangsung pada Rabu (15/4/2020) besok.

“Pelaksanaan seremonial ground breaking pembangunan Bandar Udara Dhoho dilakukan secara virtual, dan ditandai dengan dimulainya pekerjaan penyiapan lokasi dan site formation Bandar Udara Dhoho di Kediri,” tulis manajemen, Selasa (14/4/2020).

Ground breaking tersebut, diyakini sebagai tonggak permulaan dan persiapan untuk pekerjaan lebih lanjut atas proyek pembangunan Bandar Udara Dhoho yang telah dicanangkan dan dipersiapkan oleh perseroan.

Pembangunan Bandar Udara Dhoho dilaksanakan oleh PT Suraya Dhoho Investama (SDHI) sebagai anak usaha perseroan yang sahamnya dimiliki sebesar 99,99 persen oleh perseroan.

Berdasarkan surat yang ditandatangani oleh Corporate Secretary Gudang Garam Heru Budiman tersebut, bandara ini dicanangkan untuk melayani masyarakat khususnya di Kediri dan sekitarnya, dan sebagai salah satu bandar udara alternatif di Jawa Timur.

Perseroan menaruh harapan bahwa bandara ini dapat berkontribusi dalam upaya mempercepat pembangunan dan pengembangan daerah Kediri dan sekitarnya. Oleh karena itu, pembangunan bandara ini dianggap perseroan sebagai investasi jangka panjang secara nasional.

Lebih lanjut, pelaksanaan ground breaking pembangunan bandara ini dilaporkan tidak memiliki dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.

Sebelumnya, Direktur Gudang Garam Istata Taswin Siddharta menyatakan nilai investasi untuk pengembangan bandara tersebut diperkirakan akan menghabiskan dana Rp6 triliun hingga Rp9 triliun yang ditanggung penuh oleh perseroan.

“Kita sendiri masih mengerjakan detailnya, kira-kira akan habis berapa (dana investasi). Tapi saya yakin keperluan dana yang harus kita keluarkan tahun ini akan bisa di-cover dari dana internal,” ujar Istata saat ditemui di acara penandatanganan MoU perseroan bersama PT Angkasa Pura I, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Perseroan menilai proyek pembangunan bandara ini bukan unit bisnis murni untuk mendulang keuntungan. Lebih jauh, Gudang Garam melihat proyek ini sebagai investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan kontribusi untuk daerah dan negara secara menyeluruh.

Istata sendiri mengharapkan groundbreaking Bandara Kediri akan dimulai pada 15 April 2020 mendatang dan nantinya proses penyelesaian akan memakan waktu hingga 2 tahun.

Namun, Gudang Garam sendiri menilai rentang waktu tersebut mungkin saja meleset jika memperkirakan kualitas pembangunan bandara.

Check Also

Pertamina Pastikan Ketersediaan BBM Buat Arus Balik Idulfitri 2024

MarketNews.id Memasuki masa puncak arus balik, Pertamina Patra Niaga terus mempersiapkan diri dan memonitor ketersediaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *