Home / Otoritas / Bank Indonesia / Bank Indonesia Sudah Kucurkan Rp300 Triliun Buat Jaga Rupiah

Bank Indonesia Sudah Kucurkan Rp300 Triliun Buat Jaga Rupiah

Marketnews.id Segala upaya sudah dilakukan oleh otoritas moneter untuk mempertahankan Rupiah agar tidak merosot nilai nya terhadap dolar Amerika. Sayangnya, nilai tukar rupiah masih sempat jatuh bahkan dinilai yang terburuk sejak krisis keuangan tahun 1998 lalu.

Bank Indonesia (BI), sudah mengucurkan dana sekitar Rp300 triliun sepanjang tahun ini untuk intervensi pasar guna menjaga nilai tukar rupiah dari tekanan dolar AS akibat akibat tekanan pandemi global virus corona.


“Kami terus melakukan injeksi likuidtas baik rupiah dan valas, untuk injeksi likuditas. Kami laporkan tahun ini sudah injeksi rupiah hampir Rp 300 triliun,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jumat (20/3).


Injeksi likuiditas antara lain dilakukan melalui pembelian SBN yang telah dilepas investor asing di pasar sekunder mencapai Rp163 triliun. Kemudian melalui perubahan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah atau batas pencadangan kas bank senilai Rp51 triliun sejak awal tahun.


BI juga melonggarkan lagi GWM rupiah dengan tambahan likuiditas mencapai Rp23 triliun, dan GWM valas dengan nilai suntikan dana USD3,2 miliar.
Perry mengatakan langkah tersebut dilakukan karena peningkatan aliran keluar modal asing ( capital outflow ) akibat tekanan ekonomi global. Sejak Januari hingga Kamis kemarin, arus modal keluar mencapai Rp105,1 triliun secara neto.


Selain intervensi pasar, BI juga mendorong agar dunia usaha termasuk para eksportir turut membantu menjaga nilai tukar rupiah, dengan tidak menahan dolar AS. Eksportir dapat melepas dolar AS ke pasar sehingga memberikan pasokan dolar AS di pasar valuta asing.


“Oleh karena itu dalam konteks ini Presiden Joko Widodo memberikan arahan supaya seluruh potensi suplai yang ada di dalam negeri dimobilisasi termasuk para eksportir yang selama ini menyimpan dolarnya, agar juga memberikan suplai kepada pasar valas,” ujarnya.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *