Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT ASPI Jadi Emiten Ke 680 Di BEI

PT ASPI Jadi Emiten Ke 680 Di BEI

Marketnews.id Hingga hari ini sudah 14 emiten yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten yang bergerak dalam bidang properti dan konstruksi masih mendominasi dalam dua bulan terakhir ini di lantai bursa.

Emiten properti PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI), resmi mencatatkan sahamnya (BEI) dengan melepas 330 juta saham seharga Rp 105 per lembar.
Perusahaan yang juga dikenal dengan nama Ansa Land ini resmi menjadi perusahaan terbuka ke 14 di tahun ini dan menjadi perusahaan 680 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Pada perdagangan perdana, harga saham ASPI naik 69,52% ke level Rp 178. Saham ASPI lantas terkena  auto reject  atas (ARA). Dengan volume perdagangan 11 lot dan ditransaksikan sebanyak satu kali sehingga menghasilkan nilai transaksi Rp 195.800.


Dari hasil penawaran saham perdana, perusahaan meraup dana segar Rp 34,65 miliar. Dana yang diperoleh dari penawaran tersebut, 85 % akan digunakan untuk pinjaman kepada entitas anak dengan rincian sekitar 96% akan diberikan sebagai untuk proyek Casa Serpong yang dipegang oleh anak usahanya yaitu PT Andalan Sakti Nusa (ASN).


Kemudian sekitar 4% diberikan kepada anak usaha PT Asia Mentari Properti untuk biaya operasional dan konstruksi bangunan proyek di Arkamaya.
Sisanya, yaitu 15% hasil penawaran umum perdana, akan digunakan untuk pelunasan utang ke pemegang saham Ansa Land. Perusahaan properti ini memiliki utang ke PT Andalan Sakti Inti sejumlah Rp 4,08 miliar.


Bersamaan dengan penerbitan saham baru, ASPI menawarkan Waran Seri I sebanyak 110 juta. Setiap pemegang tiga saham baru perseroan berhak memperoleh satu waran dengan harga pelaksanaan Rp 130. Dus nilai seluruhnya mencapai Rp 14,3 miliar, yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan 18 Agustus 2020 – 16 Februari 2023.


“Dari total pemesanan saham yang masuk, lebih dari 50 juta saham merupakan permintaan yang berasal dari pooling allotment. Hal ini mencerminkan adanya oversubscribed sebanyak 18 kali dari porsi pooling atau oversubscribed 1,2 kali dari total IPO,” kata Direktur Investindo Nusantara Sekuritas, Anshy M Sutisna di Jakarta, Senin (17/2).

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *