Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Wijaya Karya Reality Siap Lepas 35 Persen Saham Dengan Target Dana Rp 2 Triliun

Wijaya Karya Reality Siap Lepas 35 Persen Saham Dengan Target Dana Rp 2 Triliun

Marketnews.id Antrian emiten baru yang bergerak dalam bidang properti terus memanjang. Hampir setiap pekan selalu ada emiten baru properti yang dicatatkan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham emiten manakah yang paling menarik untuk dijadikan investasi buat Investor di BEI?

Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. PT Wijaya Karya Realty bakal melantai di Bursa Efek Indonesia pada semester I tahun ini.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana mengatakan, saat ini proses penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) Wika Realty sedang dalam proses tender lembaga penunjang dan telah mendapatkan izin dari Kementerian BUMN.

Wika Realty merupakan anak usaha emiten dengan kode saham WIKA tersebut, bergerak di bidang bisnis realty, developer, manajemen properti, dan jasa konstruksi.

“Sekarang lagi tender untuk lembaga penunjang, underwriter lagi jalan. Harapannya di semester I bisa dilakukan,” ujarnya seusai acara Indonesia Millenial Summit (IMS) 2020 di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Target penghimpunan dana melalui IPO ini diharapkan senilai Rp2 triliun dengan jumlah saham yang dilepas ke publik sebanyak 35%. Sebagai informasi, rencana IPO Wika Realty sebelumnya ditargetkan pada 2018, tetapi masih tertunda hingga saat ini.

Perseroan sebelumnya juga disebutkan bakal mengantarkan anak usahanya yang lain, yaitu Wika Industri & Konstruksi  pada tahun lalu. Namun, Tumiyana menuturkan selain Wika Realty, perseroan belum berencana melepas anak usahanya ke publik pada 2020.

Saat ini WIKA telah memiliki dua anak usaha yang telah menjadi perusahaan terbuka, yaitu PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE).

Sementara itu, Kementerian BUMN mendorong semakin banyak perusahaan pelat merah untuk go public atau melantai di Bursa Efek Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihaknya memandang langkah ini merupakan hal baik dan ke depan akan lebih banyak entitas milik negara untuk menjadi perusahaan terbuka.

“Kenapa? Karena pengawasannya tidak hanya dari internal, tetapi juga shareholders partner sampai publik. Mekanisme perusahaan publik ada yang namanya pengawasan yang harus dilewati,” ujarnya. Dari beberapa emiten properti ini, manakah yang layak dijadikan pilihan investasi. Hal utama yang perlu dilihat diantara nya adalah, fundamental keuangan, dimana di dalamnya ada perhitungan rugi laba, aset yang dimiliki hingga proyeksi keuangan ke depan. Selain itu, jumlah saham yang dilepas ke publik juga menjadi catatan penting untuk dikaitkan dengan likuiditas saham tersebut di pasar. Samakin banyak saham yang di catatkan dan di kuasai oleh publik. Semakin likuid saham tersebut diperdagangkan. Dan semakin mudah saham ini ditransaksikan di bursa.

Check Also

Erick Thohir : Pembelian Dolar Dilakukan Secara Optimal, Terukur Dan Sesuai Kebutuhan

MarketNews.id Tingkat inflasi di US yang sulit turun salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energy. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *