Home / Korporasi / BUMN / Rightissue Bukopin Isyarat Bosowa Group Akan Keluar ?

Rightissue Bukopin Isyarat Bosowa Group Akan Keluar ?

Matketnews.id Pemegang saham Bank Bukopin telah memberikan persetujuan atas rencana Penawaran Umum Terbatas V dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengatakan, aksi korporasi tersebut diharapkan dapat menambah rasio kecukupan modal perseroan sebesar 2%-3%. Per Agustus 2019, posisi CAR Bank Bukopin berada pada kisaran 13,23%.

“Kami berencana menerbitkan saham kelas B sebanyak-banyaknya 40% dari jumlah saham yang ditempatkan oleh Perseroan atau sebanyak-banyaknya 4,6 miliar saham yang bernilai nominal Rp100,-,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers Bank Bukopin akhir pekan lalu.
Adapun, perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi jika seluruh saham yang ditawarkan Perseroan dalam PUT V terserap oleh pasar pada harga seperti saat pelaksanaan PUT IV.

Dengan kalkulasi tersebut, posisi CAR Bank Bukopin setelah pelaksanaan PUT V diharapkan dapat mencapai 15%-16%.
Bagaimana dampak dari aksi korporasi ini. Seperti diketahui, aksi pelepasan saham baru ini akan berdampak pada komposisi pemegang saham apabila hak untuk membeli saham tersebut tidak digunakan.

Opsi melepas PT Bank Bukopin Tbk. bukannya tak pernah terlintas dalam benak Bosowa Corporindo. Kebutuhan modal yang semakin besar dan berbanding terbalik dengan perolehan laba tampaknya semakin memberatkan perusahaan ini untuk terus menemani Bank Bukopin.

Seperti diketahui Bosowa Grup pertama kali meminang Bank Bukopin pada 2013. Perseroan masuk secara bertahap dengan mahar pertama senilai Rp1,17 triliun, atau 14% dari total saham.

Pada tahun itu, konglomerasi ini bisa dibilang cukup bahagia karena langsung ikut menikmati suka cita emiten berkode BBKP ini yang untung Rp910,5 miliar.

Kebahagiaan tersebut relatif bertahan hingga 2015, lantaran peningkatan fungsi intermediasi yang cukup signifikan dari Bank Bukopin.

Sayangnya pada 2016 bayang-bayang kredit bermasalah yang menahan laju pendapatan serta mengerek beban pencadangan sudah mulai terlihat.
Tahun berikutnya, nonperforming loan terkerek hingga ke posisi yang tidak bisa lagi ditoleransi yakni 8,54%. Laba yang sebelumnya bergerak di kisaran Rp900 miliar seketika turun menjadi Rp135 miliar. Dengan semua dinamika itu, Bosowa grup mulai terlihat ragu dalam langkah jangka panjangnya di Bank Bukopin. 

Alih-alih melanjutkan dukungan, Bosowa justru membuka jalan bagi KB Kookmin Bank menyerap saham Bank Bukopin pada Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV tahun 2018. Total dana segar yang disuntikkan ke Bukopin saat itu mencapai Rp1,55 tiliun. 

Meski tetap menyandang status pemegang saham pengendali (PSP) saat itu, saham Bosowa yang awalnya berada di 30%, terdilusi menjadi 23,39%. Sementara itu, Kookmin langsung memiliki saham dengan porsi 22,0%.
Manajemen Bukopin sebenarnya menawarkan penerbitan surat utang subordinasi. Hanya saja, rencana ini agaknya terhambat dari sisi perhitungan beban bunga yang kurang kompetitif.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *