Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Kerugian Link Net Tbk (LINK) Membesar Jadi Rp1,02 Triliun Di Kuartal III 2025

Kerugian Link Net Tbk (LINK) Membesar Jadi Rp1,02 Triliun Di Kuartal III 2025

MarketNews.id-Emiten penyedia jasa internet dan TV kabel PT Link Net Tbk (LINK) sepanjang Januari hingga September 2025 catatkan kerugian sebesar Rp1,02 Triliun. Penyebabnya, beban jaringan dan beban langsung naik hingga dua kali lipat. Meskipun pendapatan tumbuh jadi Rp2,39 Triliun, namun kenaikan beban membuat margin laba operasional menyusut tajam.

Mengutip laporan keuangan melalui laman resmi IDX, Senin (10/11), emiten penyedia jasa internet dan TV kabel ini mencatat rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,02 triliun sepanjang Januari – September 2025.

Nilai tersebut membengkak dibandingkan kerugian pada Januari – September 2024 sebesar Rp801,54 miliar, menandakan penurunan kinerja yang cukup tajam di tengah peningkatan beban operasional.

Kenaikan kerugian terutama disebabkan oleh lonjakan signifikan pada beban jaringan dan beban langsung lainnya, yang meroket lebih dari dua kali lipat menjadi Rp1,21 triliun selama 9M25, dari sebelumnya Rp592,35 miliar pada 9M24.

Padahal, di sisi pendapatan, LINK masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup kuat. Pendapatan naik dari Rp1,64 triliun hingga akhir kuartal III 2024 menjadi Rp2,39 triliun hingga akhir kuartal III 2025. Namun, kenaikan beban yang lebih agresif membuat margin laba operasional tergerus dalam.

Berdasarkan laporan keuangan, total aset Perseroan per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp15,08 triliun, meningkat dari Rp13,91 triliun per 31 Desember 2024.
Namun, di sisi lain, jumlah liabilitas turut melonjak tajam dari Rp8,91 triliun di akhir 2024 menjadi Rp11,11 triliun di akhir September 2025.

Selain itu, jumlah ekuitas per September kemarin mencapai Rp3,97 triliun, merosot dari Rp5 triliun.
Dengan demikian, rugi bersih per saham dasar dan dilusian mencapai Rp374 per lembar saham selama 9M25, mengecil dari Rp498 per lembar saham selama 9M24.

M Rizki A

Check Also

IG Dorong Industri Asuransi Berbasis Riset Dan Customer Centricity Melalui Research Dissemination 2025

MarketNews.id- Indonesia Financial Group (IFG), menegaskan komitmennya untuk menghadirkan industri asuransi nasional berbasis riset yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *